brain entertainment, dapat membuat anda kehilangan hari anda?

25 09 2010

Mengejutkan, tapi itulah kenyataannya.

Dan kamu tidak menyadarinya sedikitpun.

Seberapa sering kamu berkata, hari ini kok cepat sekali berlalu ya…?

Padahal tadi seharian aku cuma maen game Command and Conquer Red Alert.. heran deh..

atau lhoh kok udah senin lagi, padahal kemarin baru saja aku melewati hari Senin.

Brain entertainment, adalah hal yang bisa kamu kambinghitamkan. Aku sendiri baru menyadarinya ketika hari-hariku sepulang kerja rasanya cepat sekali berlalu. Aku pulang ke kos2an, mandi, makan lalu menonton televisi. Habis itu aku browsing, buka facebook, buka twitter buka macem2 sampe bosen, dan baru nyadar kalau si kotak merah kecil bernama jam itu menunjuk angka 10 malam.

Whaa?

Cepat amat waktu berlalu, padahal tadi baru jam 7, aku menonton Onepiece di GlobalTV.

Dan besok, hal yang sama akan berulang lagi.

Dan besok, masih sama.

Wow, kalau begini caranya hidup gak akan berubah.

Pola hidup di jakarta seperti itu terus, kerja, pulang, istirahat, lupa waktu, tidur, lalu kerja, pulang dst….

Pola yang sangat teratur ini harus diubah. adalah caranya dengan melakukan brain entertainment dengan pendekatan positif. See, yang selama ini kita lakukan adalah brain entertainment dengan pendekatan negatif. Otak dibuai dengan hal-hal yang sangat menyenangkan sehingga kita lupa diri, melupakan sejenak dunia ini, kehilangan waktu dan kehilangan kesempatan untuk lebih sukses.

Kenyataannya memang lebih menyenangkan untuk menonton teve, atau bermain game strategi. Memang tiada duanya kesenangan itu (bagi kita2 yang suka lho). Persis seperti candu narkoba, atau miras yang membuat orang hilang kesadaran. Dan memang seperti itu. Kita kehilangan kesadaran, kita baru sadar setelah acara tv berakhir, setelah game kita menangkan. Jaman sekarang, memang tidak perlu alkohol, anggur, atau minuman yang memabukkan untuk membuat kita hilang kesadaran…

Tapi kenapa ya kok setiap mau mengerjakan sabetan (kerjaan sampingan) sehabis pulang kerja, rasanya mualess banget. Sekedar membuka autocad saja rasanya males.

Sekedar sedikit memeras otak saja rasanya males.

sekedar mengetik satu kata di word saja rasanya males.

This is karena lebih menyennangkan untuk menerima brain entertainment daripada mengerjakan kerjaan lain.

Seandainya, saja… kita menggunakan brain entertainment untuk mendukung pekerjaan sampingan kita sepulang kerja… Apa yang akan terjadi ya???

So how the way?





do you pray everytime?

22 05 2010

It’s just flashing in my mind when my friend said that he was forget to pray before this breakfast…

And then he tell me that his first son could memorize the doa before breakfast.. DOA, is the most mysterious thing… When we were child we usually pray at every aspects of our life. When we eat, go to bathroom, and last but not least when we were going to sleep.

“allahumma bariklanaa fima rozaqtana waqina adzabannaar”

-doa before meal

Very nice.

Then it flashing again, last night i saw TV show featuring Ustadz Yusuf Mansur. He said, doa is always granted by Allah Swt, and no one that not granted. It always granted, or there were one of this three ways that doa will be granted:

  1. Granted what he asked in this world, directly
  2. Postponed, so that will be given as goodness in the akherat.
  3. Forgiveness of his sin, equal to the weight with of  the doa

But in this time when i’m going to be college, i remember i seldom to pray… very-very seldom. At this time, i feel that my rezeki is not flowing smoothly like i was child or highschool student.

So why?

i’m starting to be curious…

when i was teenager, i never ask for forgiveness, but my rezeki is flowing smoothly. but when i’m adult i often ask for forgiveness but my rezeki is not flowing so smoothly? why?

now, in this morning i think i found the answer.

It’s because i seldom to pray.

See the 2 last point of doa?

You will get the goodness, and you will get the forgiveness of your sin equal with the weight of your doa. See that? Younglings always pray, their brain hasn’t yet be smugged by bad things. so they get goodness every time, they get forgiveness every time they pray. and they pray VERY-VERY often..

They pray when they eat, after eat, before drink, after drink. before wudhu, or after wudhu…

so they always get forgiveness and goodness in their live. so that is the key why they always feel happy. always feel good and full of rezeki.

SO why not now we pray?





chikung dan hujan gerimis

14 05 2010

di suatu siang antara gerbang kota di sebuah pinggir hutan, chikung berjalan untuk mencari seorang guru. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Ia kemudian mencari tempat berteduh di sebuah gazebo kecil yang sudah agak reyot. Kepikiran akan hujan deras yang tak kunjung henti, chikung was-was mengira hari itu ia akan membuang-buang waktu hanya demi menunggu hujan.

Dari jauh, terlihatlah seorang biksu berjalan dengan sebuah payung yang meneduhkan. Chikung pun memanggil.

“Biksu, pinjamkanlah payungmu untukku”

“Anak muda, aku melihatmu tidak kehujanan, jadi tidaklah perlu bagiku untuk meminjamkan payungku kepadamu”

Mengetahui biksu itu menjawab permintaannya seperti itu, chikung pun tak habis akal. “Lihat guru, sekarang aku kehujanan”, kata chikung sambil keluar dari gazebo, “jadi pinjamkanlah payung itu kepadaku, atau bawalah aku bersamamu dalam perjalanan” lanjut chikung,”Ya?”, sambil ia mendekat ke samping biksu itu. Sekarang biksu itu dan chikung berada dalam satu naungan payung.

“Maaf anak muda, sepertinya, payung ini tidak mau membantumu” kata biksu itu sambil menjauhi chikung, dan membuatnya kehujanan lagi.

“Hei biksu, kenapa anda berbuat seperti ini. bukankah aku ini perlu dibantu, dan bukankah anda harus membantuku.” kata chikung protes.

“Anak muda, kadang membantu itu adalah tidak membantu. dan kadang tidak membantu itu adalah membantu” kata biksu itu.

“Jika aku membantumu, maka engkau akan tergantung padaku, dan kau tidak berusaha.” lanjutnya, “Dengan aku tidak membantumu, maka pasti engkau akan berpikir bahwa engkau seharusnya mempersiapkan diri dalam perjalanan. Dengan begitu engkau tidak akan tergantung terus kepada bantuan orang lain. Engkau akan berpikir dan berbuat sesuatu yang lebih baik bagi dirimu sendiri di masa mendatang.”

“Haaaaa,” kata chikung, “membantu kadang tidak membantu, tidak membantu kadang membantu…” katanya mengulang lagi pernyataan biksu itu.

-diceritakan lagi dari The New Legend of Chikung





berhenti di tengah jalan

7 01 2010

Alkisah pada zaman Negara Berperang, di tepi sungai Huang Ho hiduplah seorang laki-laku bernama Yue Yang Zi. Untuk meningkatkan keahlianya ia berencana belajar ke luar kota. Setelah berpamitan kepada istrinya, berangkatah Yue Yang Zi untuk belajar pada seorang guru yang sangat terkenal pada zaman itu.

Tidak terasa setahun telah berlalu, pulanglah Yue Yang Zi ke rumah. Saat itu istrinya sedang menenun kain sutra. Dengan perasaan terkejut istrinya bertanya, “Kenapa kamu pulang, padahal baru setahun belajar?” Suaminya menjawab bahwa ia sangat rindu pada keluarganya. Istrinya kecewa karena suaminya pulang sebelum menyelesaikan pelajarannya. Untuk menyadarkan suaminya bahwa pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah tidak ada hasilnya, ia mengambil kain sutra hasil tenunannya dan memotongnya di tengah-tengah. Lalu, katanya, “Coba kamu lihat! Kain ini tidak ada gunanya lagi. walaupun hasil pekerjaan besar ini telah melalui proses yang panjang: mulai dari ulat sutera, diolah menjadi benang, dipintal sedikit demi sedikit sampai akhrinya menjadi kain. Kalau kamu menyerah di tengah jalan bukankah itu sama dengan memotong kain sutra di tengah-tengah? Bukankah hasil kerja selama ini jadi sia-sia?”

Mendengar nasihat istrinya, Yue Yang Zi menjadi sadar bahwa ia telah menyia-nyiakan kesempatan belajarnya. Ia menyesal dan kembali melanjutkan pendidikannya di luar kota selama tujuh tahun. Setiap kali hampir putus asa, ia selalu teringat akan kata-kata istrinya. Akhirnya, ia dapat menyelesaikan pendidikannya dan menjadi orang yang berhasil.

———–

jadi rujukan:

Al Quran, surat: Alam Nasyrah :

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap





10 Penyakit Manusia

6 01 2010

Artikel ini saya copas dari forumnya DeeDaad.com…

Ucapan terimakasih buat authornya, Deedad

Tahukah anda, kita sebagai manusia punya 10 penyakit yang sering kambuh? Inilah 10 penyakit manusia itu:

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: Siapa nih yang nyantet ? Selalu”siapa” Bukan”apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.


2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong.”Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar/peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG-BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan? Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Semoga bermanfaat





The Power of Iseng

15 12 2009

Heran, bener-bener heran dibuatnya…
Tadi pagi baru saja aku nyadar kalau selama ini aku salah.
Tadi pagi aku ngobrol sama temen sekantorku, Ari W. Kita nggak sengaja ngomongin gimana kisahnya dia dengan cewek2nya dulu…

Pernahkah terpikirkan kalau kita ngejar sesuatu dengan serius kebanyakan malah tidak berhasil atau memberikan hasil besar, tapi sebaliknya kalau kita ngejar ssesuatu dengan niat iseng malah sering berhasil?
Baca entri selengkapnya »





Beruntung atau tidak beruntung?

11 12 2009

Ada kisah yang menarik yang membuat saya mengubah pandangan hidup terhadap segala yang terjadi…

Kisah ini diilhami ketika saya menunggu datangnya customer di gerai telakrezz, yang pada dasarnya saya harapkan.. tapi sayang customer itu nggak datang-datang.
Saya memandang bahwa hari itu sungguh saya merasa kurang beruntung. Lokasi pilihan saya juga kurang baik…

Wuah pokoknya pandangan saya terhadap semua itu di hari itu sungguh semua adalah prasangka jelek…

Tiba-tiba saya teringat akan kisah ini.
Baca entri selengkapnya »