do you pray everytime?

22 05 2010

It’s just flashing in my mind when my friend said that he was forget to pray before this breakfast…

And then he tell me that his first son could memorize the doa before breakfast.. DOA, is the most mysterious thing… When we were child we usually pray at every aspects of our life. When we eat, go to bathroom, and last but not least when we were going to sleep.

“allahumma bariklanaa fima rozaqtana waqina adzabannaar”

-doa before meal

Very nice.

Then it flashing again, last night i saw TV show featuring Ustadz Yusuf Mansur. He said, doa is always granted by Allah Swt, and no one that not granted. It always granted, or there were one of this three ways that doa will be granted:

  1. Granted what he asked in this world, directly
  2. Postponed, so that will be given as goodness in the akherat.
  3. Forgiveness of his sin, equal to the weight with of  the doa

But in this time when i’m going to be college, i remember i seldom to pray… very-very seldom. At this time, i feel that my rezeki is not flowing smoothly like i was child or highschool student.

So why?

i’m starting to be curious…

when i was teenager, i never ask for forgiveness, but my rezeki is flowing smoothly. but when i’m adult i often ask for forgiveness but my rezeki is not flowing so smoothly? why?

now, in this morning i think i found the answer.

It’s because i seldom to pray.

See the 2 last point of doa?

You will get the goodness, and you will get the forgiveness of your sin equal with the weight of your doa. See that? Younglings always pray, their brain hasn’t yet be smugged by bad things. so they get goodness every time, they get forgiveness every time they pray. and they pray VERY-VERY often..

They pray when they eat, after eat, before drink, after drink. before wudhu, or after wudhu…

so they always get forgiveness and goodness in their live. so that is the key why they always feel happy. always feel good and full of rezeki.

SO why not now we pray?





Driver Gadmei TV Tuner USB Box 332e

18 05 2010

Fiuuuh…

Bagi yang memerlukan driver USB TV Box Gadmei 332E, kamu dapat download di sini.

Ceritanya, baru beli TV Tuner Baru di ITC Fatmawati buat nonton TV di kost-an,  tapi aku lupa kalau notebook-ku tidak ada CD drive-nya…

Pusing tujuh keliling, akhirnya cari di internet… siapa tahu ada. Eh ternyata, download sana download sini, tetep ndak bisa juga.

Akhirnya daripada pusing, pagi ini aku bawa saja cd driver ke kantor, buat dicopy… sekalian saja ku upload di internet buat siapa saja yang mungkin saja membutuhkan. Yah semoga bermanfaat yah.

Download di sini:

http://www.humyo.com/10370513/driver/gadmei-usb-tv-box-332e-driver%20and%20software.rar?a=o6HqL23hATc (LOST)

Tidak ada password, termasuk di dalamnya: autorun CD, driver, Software TV Home Media, DirectX 9

**Update per 14 Maret 2013**

http://www.4shared.com/file/9XL6FJMe/gadmei.html

GAdmei ISO, silakan diunduh





chikung dan hujan gerimis

14 05 2010

di suatu siang antara gerbang kota di sebuah pinggir hutan, chikung berjalan untuk mencari seorang guru. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Ia kemudian mencari tempat berteduh di sebuah gazebo kecil yang sudah agak reyot. Kepikiran akan hujan deras yang tak kunjung henti, chikung was-was mengira hari itu ia akan membuang-buang waktu hanya demi menunggu hujan.

Dari jauh, terlihatlah seorang biksu berjalan dengan sebuah payung yang meneduhkan. Chikung pun memanggil.

“Biksu, pinjamkanlah payungmu untukku”

“Anak muda, aku melihatmu tidak kehujanan, jadi tidaklah perlu bagiku untuk meminjamkan payungku kepadamu”

Mengetahui biksu itu menjawab permintaannya seperti itu, chikung pun tak habis akal. “Lihat guru, sekarang aku kehujanan”, kata chikung sambil keluar dari gazebo, “jadi pinjamkanlah payung itu kepadaku, atau bawalah aku bersamamu dalam perjalanan” lanjut chikung,”Ya?”, sambil ia mendekat ke samping biksu itu. Sekarang biksu itu dan chikung berada dalam satu naungan payung.

“Maaf anak muda, sepertinya, payung ini tidak mau membantumu” kata biksu itu sambil menjauhi chikung, dan membuatnya kehujanan lagi.

“Hei biksu, kenapa anda berbuat seperti ini. bukankah aku ini perlu dibantu, dan bukankah anda harus membantuku.” kata chikung protes.

“Anak muda, kadang membantu itu adalah tidak membantu. dan kadang tidak membantu itu adalah membantu” kata biksu itu.

“Jika aku membantumu, maka engkau akan tergantung padaku, dan kau tidak berusaha.” lanjutnya, “Dengan aku tidak membantumu, maka pasti engkau akan berpikir bahwa engkau seharusnya mempersiapkan diri dalam perjalanan. Dengan begitu engkau tidak akan tergantung terus kepada bantuan orang lain. Engkau akan berpikir dan berbuat sesuatu yang lebih baik bagi dirimu sendiri di masa mendatang.”

“Haaaaa,” kata chikung, “membantu kadang tidak membantu, tidak membantu kadang membantu…” katanya mengulang lagi pernyataan biksu itu.

-diceritakan lagi dari The New Legend of Chikung





chikung dan biksu buta

14 05 2010

Suatu sore, ketika awan mulai memerah, dan bulan mulai menampakkan dirinya, Chikung berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir hutan yang sejuk. Ia melihat seorang biksu buta berjalan pelan-pelan. Biksu itu memegang tongkat dengan tinggi lebih dari 1 jengkal dari kepalanya di tangan kirinya. Sedang di tangan kanannya, ia memegang lampion yang bersinar terang.

Melihat hal itu, Chikung tiba-tiba ingin mengejek biksu itu.

Dari sampingnya dengan lagak pantomim, chikung menirukan cara jalan biksu itu… Ia menjulurkan lidahnya mengejek. Tak lupa pula ia melambai-lambaikan tangannya di depan biksu buta itu. Walaupun tidak melihat, biksu itu masih memiliki sepasang mata yang baik. Ini membuat Chikung semakiin sukan mengejek…

Ia kemudian membelakangi biksu itu, dan diam supaya biksu itu menabrak dirinya. Tapi, tak disangka biksu itu merasakan ada suara di depannya, lalu ia kemudian memukulkan tongkatnya ke depan.

“Aduuuuh” teriak Chikung

Biksu itu mengernyitkan alisnya. “Hei biksu, kenapa kau memukulku?” tanya chikung. “Ck.. cj… ckk… kenapa kamu ini nak, kenapa kamu berada di depan saya, walau mengetahui saya akan lewat” jawab biksu itu.

“Biksu, anda sendiri yang aneh. anda ini buta, tapi mengapa masih membawa lampion?” kata Chikung kembali.

“Hmm, aku buta tapi mengapa membawa lampion… aku membawa lampion, untuk menerangi kegelapan di sekitarku” kata biksu itu.

“Ooo jadi biksu melakukan itu untuk orang lain?”

“Bisa dikatakn begitu anak muda, tapi bisa juga aku melakukan hal ini untuk diriku sendiri” lanjut biksu itu.

“Bagaimana bisa seperti itu biksu, anda kan buta ???” tanya chikung dengan penasaran.

“Membawa lampion bisa berarti memberikan cahaya di sekitar kita,” kata biksu itu, “ataupun menerangi yang gelap, bisa juga membantu orang untuk melihat jalan, ” lanjut biksu, “tapi hal ini terutama sangat membantu saya untuk menghindarkan orang dari menabrak saya”

“Ingatlah anak muda, tangan yang memberikan mawar akan ikut harum” lanjut biksu itu lagi sambil berlalu melewati chikung.

“Hmmm, tangan yang memberikan mawar akan ikut harum” kata chikung sambil merenung.