Kafein sebenarnya

4 12 2008

Kalau ngantuk, biasanya orang selalu kepikiran kopi. Tapi sekarang sudah beda. Dari sudut pandang saya, kopi bukan lagi obat ngantuk.

Ketika saya nawarin kopi ke teman saya yang sedang ko-ass di Undip Kedokteran, dia ngomong, kalau kopi jenis itu nggak bakalan bisa bikin melek.

Dan benar juga katanya, faktanya, saya malah merasa ngantuk setelah minum kopi itu.

Kopi itu termasuik 3 in one. Saya sebenarnya senang banget sama Nescafe, Coffemix dsb. Tapi setelah dengar kata2 teman saya ini nih, sekarang nggak seperti dulu lagi.

Menurut informasi, kafein bisa memberikan energi dengan mengolah lemak. Tapi yang kejadian pada kopi-kopi sekarang justru malah sebaliknya.

Apa daya?

Saya lantas diberitahu mending beli aja kopi gilingan di pasar-pasar tradisional. Di sana kopinya masih asli. Berupa biji kopi sangrai.

Pas waktu ke pasar, ketemu sama mas penjual kopinya. Eh ternyata, kopi bisa segitu murahnya karena kopi itu dicampur sama jagung sangrai!!!

Ternyata gak asli. Pantesan aja, malah bikin ngantuk.

Jagung kan banyak karbohidratnya, pantesan butuh banyak energi buat mecah karbo itu.

Lantas saya bingung darimana bisa dapat kafein buat melekin mata, nguatin badan pas lembur malem2.

Ternyata gak jauh-jauh banget dari saya. Tengok ke dapur….

Ambil 2 sendok teh saja. seduh dengan air hangat. lalu minum.

Ya, sumber kafein paling asli sampai saat ini ada pada TEH.

teh hitam, teh hijau semua ada kafeinnya.

Jadi sekarang kalo mau melek sampai malam, jangn lupa teh pahitnya. Tapi hati-hati kalao kebanyakan nanti gak bisa tidur lho.

Sbg Catatan: teh tidak hanya mengandung kafein saja, tapi banyak sekali manfaat kesehatan lain yang jauh lebih banyak dari kopi. Tinggal sekarang milih mana…

Iklan




Beda KB/s dan kbps

3 12 2008

Saya lumayan tertarik dengan penawaran IM2 untuk paket Broom Unlimitednya. Katanya sih speed bisa sampai 256 kbps. Pikir saya, sepanjang saya ngenet di warnet tercepat di Tembalang-Banyumanik (dekat kampus biasanya cepat-cepat), tidak pernah ada tulisan download di Mozilla sebesar itu.

Paling adanya, 40KB/s pas download file-file dari rapidshare atau direct download dari situs tertentu.

Dari sini bikin saya penasaran apa yang dimaksud dengan kbps (huruf kecil semua) dan KB/s… apakah sama atau tidak.

Pas surfing dari mbah Google, saya nemuin link menarik dari Media Konsumen.com (situs yang perlu anda cek sebelum mutusin mau beli produk… soalnya di sana banyak komentar konsumen yang udah pernah make)

Dari Marcellinus Ferdinand Suciadi, saya dapat rumus keterangan bagus

k (di kbps) beda dengan K (di KB/s)

k=1000 satuan

sedangkan K=1024 satuan

biasanya yang paling umum dan JUJUR adalah speed yang mencantumkan KB/s seperti yang ada di Firefox. Jadi misal anda mau tahu speed warnet, ya coba download file-file di internet pake Firefox. Dari sana udah kebayang secepat apa warnetnya. Jangan terlalu ngandelin speed test, soalnya format penulisannya beda.

Ceritanya, saya beli IM2 Broom Unlimited, yang menjanjikan speed sampai 256 kbps

Ini artinya belum tentu dalam KB/s

Rumus untuk mendapatkan kecepatan yang sebenarnya (alias JUJUR) adalah:

y * 1000 (ke satuan bps) / 8 (ke satuan Bps) / 1024 (ke satuan KBps) = 46.875 KBps.

hasil= y * 1000 / 8 / 1024

jadi untuk IM2 Broom Unlimited kecepatan maksimumnya adalah:

256 * 1000 /8 /1024 = 31,25 KB/s

dan setelah melebihi fair use, kecepatannya turun jadi 64 kbps, jadinya:

64 * 1000 /8 /1024 = 7,8 KB/s

setelah tahu rumusnya sekarang jadi tahu deh KENYATAANNYA yang disembunyikan oleh providernya.

denger2 penggunaan format kbps ada sedikit unsur ‘mengelabui’ konsumen. Biar kesannya banyak…

Ya trik dagang, memang ada2 saja. tergantung niate apa ya…